BARUMUN SEBAGAI JALUR TRANSPORTASI ( I ) : BANDAR BARUMUN
banyak lahan persawahan penduduk padang lawas berada disekitar DAS sungai barumun,jika saat pasang lumpur yg tertinggal di areal persawahan menjadikan kesuburan tanah semakin baik.
Keberadaan sungai ini telah menjadikan peradaban di sekitar alirannya menjadi lebih maju dari wilayah lain di bumi tapanuli bagian selatan.seperi peradaban mesir di lembah sungai Nil yang telah melambungkan peradaban jaman kaum Fir'aun atau peradaban sungai kuning di tiongkok, Di Lembah Sungai Barumun juga termasyhur Peradaban Marga Hasibuan yang membentang mulai dari hulu sungai Barumun di pegunungan siraisan sampai ke muara barumun di labuhan bilik. Dengan istilah Pahae Barumun Pahulu Sosa,di mulai dari Luhat Hasahatan di hulu sungai barumun sampai ke Luhat Ujung batu merupakan wilayah kekuasaan dari marga hasibuan sebagai Raja yang berkuasa di jamannya.
sekitar Abad ke 14 Sisingamangaraja I sebagai Raja yang berkuasa di pelabuhan Barus mendapat serangan dari portugis, bala tentara SM I tidak dapat menahan serbuan tentara portugis sehingga pelabuhan barus jatuh ketangan portugis yg berusaha mencari pelabuhan alternatif sebagai pusat perdagangan setelah konstantinopel di taklukkan oleh pasukan muslimin yang dipinpin oleh Khalifah Muhammad al Fatih yang legendaris itu.
hal ini membuat para pedagang Muslim Arab,China dan India mengalihkan perdagangannya ke Pantai Timur Sumatera,pelabuhan panai menjadi tujuan utama.karena ketersediaan kamper dan juga rempah-rempah yang menjadi komuditas utama hanya ada di hutan pedalaman sumatera,para pedagang pun memasuki pedalaman sumatera dengan melayari sungai barumun sampai kehulu.
Diantara Kerajaan-kerajaan yang menjadi penguasa Lokal termasyurlah Huristak yang menguasai sebagian besar wilayah yg menjadi jalur perdagangan menuju pasar komuditas di Binanga yang menjadi pertemuan sungai Barumun dengan Sungai Batang Pane tepatnya di Siparau sekarang.
Kekayaan Alam dan kemampuan penduduk Barumun beradaptasi dari satu kekuasaan ke kekuasaan lain pada periode Hindu - Budha di wilayah ini menunjukkan sisi kecerdasan adaptif yang pada akhirnya menjadi karakteristik penduduk Barumun sehingga mampu memiliki bandarnya sendiri.
Sepanjang suangai Barumun terdapat pelabuhan ( Takkahan ) yang menjadi tempat transit para saudagar yang berlayar menuju Bandar di Binanga,salah satunya yang menjadi tempat transit adlah pelabuhan ( takkahan ) Huristak yang letaknya sangat stategis,disini kapal-kapal kembali mengisi kebutuhan mereka selama pelayaran yang secara Otomatis Raja Huristak Sebagai penguasa Otonomi yang Sah memungut bea selama sandar di pelabuhannya.disinilah fungsi Sopo godang sebagai penginapan gratis selama mereka transit,akan tetapi karena saudagar arab dan muslim Gujarat lebih dominan maka keberadaan sopo godang di gantikan oleh Langgar ( musholla dipinggir sungai ) selain berfungsi sebagai tempat beribadah bisa juga sebagai tmpt menginap sebelum melanjutkan perjalanan ke Binanga dan Dari Binanga.
Pelabuhan Huristak ini lama kelamaan semakin Ramai di kunjungi saudagar dari panai begitu juga pedagang lokal dr sekitar Langga Payung maka Raja Kali Umar membangun Bandar di Pinggiran Sungai Bombongan yang bermuara ke Sungai Barumun. Tempat ini dipilih karena Arus sungainya tidak terlalu deras sangat cocok tempat-tempat kapal untuk bersandar. Pada masa itu kemungkinan Bombongan masih bisa di layari sampai ke hulu ( sekitar ponpes Robitotul Istiqomah sekarang ).Binanga dan Huristak berkembang dengan sangat pesat melampaui Kerajaan Raja Lemleman di pinggiran sungai pane (sekitar sitopayan ).
Banyak komunitas dari sibuhuan diperjual belikan di Binanga dan para pedagang sering melanjutkan perjalanan mereka ke Huristak, dengan Rakit mereka melanjutkan perjalanan ke Kota pinang, pulang dari kota pinang mereka membeli kain untuk diperdagangkan kembali di Bandar Huristak, Binanga dan juga nantinya di sibuhuan.
Setelah 3 Generasi bermukim di Huristak tibalah saatnya keturunan oppu sohataon membuka huta baru, yang pertama membuka huta adalah pasir laccat hingga berhak sebagai wakil Raja ( Raja muda ) jika dalam suatu pesta tidak ada Raja dari huristak maupun keturunannya maka yg pertama sekali berhak menggantikan adalah Raja Pamusuk dari Pasir laccat. Eksistensi Raja - Raja Hasibuan sejalan dengan Kebesaran Sejarah mereka dimasa itu, akan tetapi penulis tidak mungkin menampilkan bukti-bukti karena penulis bukanlah keturunan atau ahli waris yg berhak membagikan bukti-bukti itu.
Sengaja Penulis hanya menampilkan garis besarnya saja.
Kebesaran dan kemegahan kerajaan Huristak yang berbatas langsung dengan kerajaan Siak membuat keturunan Raja Lemleman yang sudah pindah dari sitopayan ke portibi berkoalisi dengan Sutan Nasinok Harahap dari batang Onang memerangi Kerajaan- kerajaan marga hasibuan,Binanga jatuh pertama sekali kemudian disusul kerajaan hasibuan di tandihat.Huristak menjadi satu-satunya kerajaan hasibuan yang eksis dimasa itu yang tidak dapat di taklukkan portibi karna
saat itu huristak sudah tergabung dengan koalisi ( persemakmuran panai ) huristak sdh tergabung dengan panji-panji panai.
Saat Huristak sudah jadi kota metropolitan
saat itu portibi baru merintis kerajaannya , hal ini sesuai dengan yang tertulis di laklak parau laklak, saat menginvasi daerah-daerah otonom disekitar wilayahnya, butuh koalisi besar dari sutan nadinok,tongku malim leman , ompu jolak maribu untuk menggempur kerajaan hasahatan di hulu sungai barumun,perang berkecamuk dengan dahsyat memakan banyak korban. pada hari kelima pasukan portibi mendapat bantuan tambahan dari batang onang yang di pimpin Buaya Tanda Harahap. Hasahatan di kepung dari segala penjuru sehingga tidak bisa lagi bertahan dari gempuran tentara portibi. Cukup unik melihat posisi Sutan Nasinok disini, beliau memiliki 2 istri : istri pertama boru daulay dn istri kedua boru hasibuan. apa hal beliau mau memerangi kerajaan hasibuan di hasahatan padahal beliau mempunyai istri boru hasibuan juga.
Setelah masa perang usai semua kerajaan berbenah dari kehancuran puing-puing sisa perang.sementara di pantai timur sumatera muncul kerajaan Aceh sebagai penguasa baru di jalur perdagangan selat malaka, di pantai barat sumatera pengaruh
Belanda juga sudah mulai meningkat. Aceh mulai menyerang kerajaan-kerajaan yang berada di pinggiran sungai barumun,
disini mereka tidak menuliskan Huristak sebagai daerah taklukan,akan tetapi dengan sebutan Rambah. banyak penduduk mulai mengenal islam, kuat dugaan Raja Huristak lah yang pertama sekali di daerah ini memeluk islam ( Raja kali umar ).sehingga ada pemahaman yang keliru di masyarakat huristak sekarang bahwa islam masuk di sebarkan oleh kaum paderi ( bonjol ). yang benar menurut sumber yang penulis baca bahwa
kaum bonjol ( padri ) meneror rakyat huristak dan meninggalkan bekas yg mengerikan yang dapat dilihat dari cerita turi-turian orang" tua yg masih hidup sekarang betapa kejamnya teror yg di buat oleh kaum padri. banyak anak gadis huristak masa itu di paksa melayani nafsu bejat para laskar bonjol ( padri ) dan aibnya d tanggung oleh keturunannya hingga sekarang.Aceh merengsek masuk hingga ke muara pertemuan sungai barumun dengan batang pane. mereka mengklaim bahwa mereka sudah menguasai seluruh kawasan di pedalaman
sumatera,ini membuktikan kalau portibi saat itu bukanlah satu kekuatan rezim yg menakutkan.saat tentara Aceh menyerang
batang onang ratu batang onang yg dikenal dengan JAMBILAN JOGI BORU DAULAY minta bantuan portugis sebagai sekutu tp tentara portugis tidak menyanggupi karena mereka masih terus berperang melawan laskar sisingamangaraja di barus ( tidak disebutkan SM yang keberapa ).Raja batang onang tewas dalam gempuran pasukan Aceh ini,, demi kelangsungan kerajaannya Ratu Sambilan Jogi menikah dengan Raja Kesultanan johor yang secara otomatis batang onang jatuh kepengaruh kesultanan johor.
Sultan Kota Pinang Fahruddin Harahap takluk dari tentara kaum padri ( mahzab wahabi ) yang di biayai oleh inggris,begitu juga dengan sultan Aminuddin Harahap di pasir pangarayan.kaum padri dipimpin oleh Tuanku Tambusai dan juga tuanku kota pinang yg bermahzab wahabi. sesuai dengan perjanjian antara inggris dengan belanda bahwa tanah jajahan inggris harus disserahkan kepada belanda digantikan dengan tumasik ( singapura ) maka inggris meninggalkan sumatera menuju tumasik.
Pasukan belanda pun tiba di tapanuli selatan dan mereka membiayai kaum sunni untuk melawan mahzab wahabi hingga tuanku tambusai harus terusir dari tapanuli selatan sekakigus menandai penjajahan baru pun di mulai.
Komentar
Posting Komentar